Minggu, 08 Januari 2012

CONTOH NASKAH KHUTBAH JUMAT

KHUTBAH JUMAT:
PENCIPTAAN MANUSIA SEBAGAI SARANA INSTROPEKSI DIRI (MUHASABAH)

ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﷲ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ

ﺇﻥ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﷲ ﻧﺤﻤﺪﻩ ﻭ ﻧﺴﺘﻌﻴﻨﻪ ﻭ ﻧﺴﺘﻐﻔﺮﻩ ﻭ ﻧﻌﻮﺫ ﺑﺎﷲ ﻣﻦ ﺷﺮﻭﺭ ﺃﻧﻔﺴﻨﺎ ﻭ ﺳﻴﺌﺎﺕ ﺃﻋﻤﻠﻧﺎ ﻣﻦ ﻳﻬﺪﻯ ﺍﷲ ﻓﻼ ﻣﻀﻞ ﻟﻪ ﻭ ﻣﻦ ﻳﻀﻠﻞ ﻓﻼ ﻫﺎﺩﻱ ﻟﻪ

ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﷲ ﻭﺣﺪﻩ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ ﻭ ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪﺍ ﻋﺒﺪﻩ ﻭ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﻻ ﻧﺒﻲ ﺑﻌﺪﻩ

ﺃﻠﻟﻬﻢ ﺻﻞ ﻭ ﺳﻠﻢ ﻭ ﺑﺎﺭﻙ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭ ﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭ ﻣﻦ ﻭﺍﻟﻪ

ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﺇﺗﻘﻮﺍ ﺍﷲ ﺣﻖ ﺗﻘﺎﺗﻪ ﻭ ﻻ ﺗﻣﻮﺗﻦ ﺇﻻ ﻭ ﺃﻧﺘﻢ ﻣﺴﻠﻤﻮﻥ

ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺍﺗﻘﻮﺍ ﺭﺑﻜﻢ ﺍﻟﺬﻱ ﺧﻠﻘﻜﻢ ﻣﻦ ﻧﻔﺲ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﻭ ﺧﻠﻖ ﻣﻨﻬﺎ ﺯﻭﺟﻬﺎ ﻭ ﺑﺚ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﺭﺟﺎﻻ ﻛﺜﻴﺮﺍ ﻭ ﻧﺴﺎﺀﺍ ﻭ ﺍﺗﻘﻮﺍ ﺍﷲ ﺍﻟﺬﻱ ﺗﺴﺎﺀﻟﻮﻥ ﺑﻪ ﻭ ﺍﻷﺭﺣﺎﻡ ﺇﻥ ﺍﷲ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺭﻗﻴﺒﺎ

ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﺍﺗﻘﻮﺍ ﺍﷲ ﻭ ﻗﻮﻟﻮﺍ ﻗﻮﻻ ﺳﺪﻳﺪﺍ ﻳﺼﻠﺢ ﻟﻜﻢ ﺃﻋﻤﻠﻜﻢ ﻭ ﻳﻐﻔﺮ ﻟﻜﻢ ﺫﻧﻮﺑﻜﻢ ﻭ ﻣﻦ ﻳﻄﻊ ﺍﷲ ﻭ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﻓﻘﺪ ﻓﺎﺯ ﻓﻮﺯﺍ ﻋﻈﻴﻤﺎ

ﻓﺈﻥ ﺃﺻﺪﻕ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﷲ ﺧﻴﺮ ﺍﻟﻬﺪﻱ ﻫﺪﻱ ﻣﺤﻤﺪ ﺻﻠﻰ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﺳﻠﻢ ﺷﺮ ﺍﻷﻣﻮﺭ ﻣﺤﺪﺛﺎﺗﻬﺎ ﻛﻞ ﻣﺤﺪﺛﺔ ﺑﺪﻋﺔ ﻛﻞ ﺑﺪﻋﺔ ﺿﻼﻟﺔ ﻛﻞ ﺿﻼﻟﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺭ


Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah.
Marilah dari lubuk hati kita yang paling dalam kita panjatkan Puji Syukur kita kepada Allah SWT. Karena sampai pada detik ini Allah masih memberikan Rahmat dan NikmatNya kepada kita. Nikmat dan Rahmat Allah itu dapat kita rasakan saat ini: Nikmat Iman, Nikmat Islam, & Nikmat Sehat wal Afiat sehingga kita pada siang hari ini dapat berkumpul di tempat yang mulia ini dalam rangka menunaikan kewajiban kita selaku Muslim yaitu Melaksanakan Ibadah Jumat. Semoga amal ibadah kita yang terdahulu, yang kita lakukan saat ini, dan yang akan kita lakukan mendatang diterima dan dibalas dengan setimpal oleh Allah SWT. Amin.

Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah.
Tidak lupa kami sampaikan dari Mimbar Jumat pada hari ini. Utamanya pada diri kami sendiri dan kepada Hadirin Sidang Jumat untuk senantiasa meningkatkan, menjaga, & memelihara Kualitas Iman & Taqwa kita kepada Allah SWT dengan catatan taqwa yang sebenar-benarnya; Menjalankan apa yang diperintahkan Allah SWT dan menjauhi segala laranganNya. Dan janganlah kita mati kecuali dalam keadaan Islam

. Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah
Pada kesempatan yang mulia ini, Marilah kita simak dan renungkan bersama Firman Allah berikut ini:
هَلْ أَتَى عَلَى الْإِنسَانِ حِينٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُن شَيْئاً مَّذْكُوراً إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن نُّطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَّبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعاً بَصِيراً
Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya , karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat” (Q.S. Ad-Dahr:1 & 2).

Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah.
Ayat ini memberikan sebuah lecutan cambuk yang sangat keras bagi kita manusia agar tidak berbuat semena-mena, berbuat kerusakan dan sombong di atas muka bumi ini. Bukankah telah datang suatu masa atas manusia, saat itu manusia, kita belum merupakan sesuatu yang berwujud? Masa yang dimaksud dalam Ayat tersebut ialah ketika Allah SWT meniupkan ruh kepada kita manusia, sedang saat itu usia kandungan ibu kita baru 4 bulan. Ayat selanjutnya menjelaskan: Sesungguhnya Kami (Allah) telah menciptakan manusia dari setetes nuthfah (mani) yang bercampur dan Kami hendak mengujinya, karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.

Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah.
Sungguh, Allah SWT menciptakan kita dari setetes mani yang sangat menjijikkan. Dalam ayat yang lain disebutkan:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن سُلَالَةٍ مِّن طِينٍ ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَّكِينٍ ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَاماً فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْماً ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ خَلْقاً آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani dalam tempat yang kokoh . Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik” (Q.S. Al-Mu’minun:12-14).

Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah.
Allah SWT menciptakan kita dari benda yang sangat jijik: Segumpal tanah dan setetes mani. Tetapi Allah memposisikan kita di kedudukan yang terhormat. Kita diberikan Penglihatan, Pendengaran, Mulut untuk bicara, akal yang sempurna, hati yang lunak. Semuanya itu Allah ciptakan kepada kita sebagai Ujian. Apakah yang diuji?
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (Q.S. Al-Mulk:2).

Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah.
Allah menciptakan itu semua untuk menguji kita: Siapakah yang lebih baik amalnya? Bukan: Siapa yang lebih banyak amalnya? Walaupun kita banyak sekali beramal, Namun tanpa dilandasi oleh Keikhlasan, Loman/Murah hati, dan Niat yang baik.
Nonsense. Masa lalu kita adalah hanya segumpal tanah dan setetes mani. (Dalam ayat lain dikatakan “Segumpal darah”). Dan kita pun juga pada saatnya nanti akan kembali kepada asalnya yaitu menjadi tanah pula alias mati. Ketika kita dibangkitkan pada Hari Kiamat nanti, barulah kita akan tahu seberapa baik kualitas amal kita selama hidup di dunia.
إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِراً وَإِمَّا كَفُوراً إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَلَاسِلَا وَأَغْلَالاً وَسَعِيراً إِنَّ الْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِن كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُوراً عَيْناً يَشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفْجِيراً
Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir. Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas yang campurannya adalah air kafur , mata air yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya” (Q.S. Ad-Dahr:3-6).

Disana kita akan tahu. Mereka yang tidak mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah kepadanya akan diberikan siksaan yang pedih. Dan golongan-golongan yang berbuat kebajikan akan mendapatkan Kenikmatan Surgawi yang luasnya seluas langit dan bumi beserta seluruh isinya. Siapakah mereka golongan yang berbuat kebajikan itu
?إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya” (Q.S. At-Tin:6).

أَقُوْلُ قَوْليِ هَذَا وَاسْتَغْفُرُ اللهَ اْلعَظِيْم ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَات وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَات فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ.

الخطبة الثانية


. اْلحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَِثيْرًا
Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah.
Allah SWT melarang kita untuk berbuat Kibir (Sombong), ‘Ujub (Berbangga-banggaan), dan Riya’ (Pamer). Dalam salah satu Haditsnya, Rasulullah SAW pernah menyampaikan kurang lebih demikian:

“Tidak akan masuk Surga dan tidak akan pernah diperbolehkan mencium bau Surga: Orang-orang yang di hatinya terdapat rasa sombong walaupun sebesar Biji Dzarrah” (H.R. Bukhari & Muslim).

Dalam sebuah Pesan dan Amanatnya, K.H. Ahmad Dahlan Rahimahullah seorang Ulama’ yang pernah dimiliki Indonesia, dan seorang Pendiri Muhammadiyah pernah menyampaikan 10 hal yang harus dijauhi oleh seorang Muslim. Salah satu diantaranya ialah: jangan Jubirya (‘Ujub, Kibir, Riya’). ‘Ujub ialah terlalu berbangga-bangga dengan dirinya atau dengan Silsilah nasabnya, Istri dan anak, Harta-benda, dsb. Kibir ialah sombong atau merasa lebih diatas orang lain. Sedangkan Riya’ adalah Memamer-mamerkan amalannya di depan orang dengan maksud agar dicap sebagai orang Shalih, Ulama’, dsb. Allah SWT berfirman:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُواْ إِلَى الصَّلاَةِ قَامُواْ كُسَالَى يُرَآؤُونَ النَّاسَ وَلاَ يَذْكُرُونَ اللّهَ إِلاَّ قَلِيلاً
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka . Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali” (Q.S. An-Nisa’:142).

Dengan demikian, apakah yang perlu disombongkan dalam hidup ini? Apakah yang perlu kita bangga-banggakan dalam kehidupan yang serba fana ini? Kalau kita tilik sebuah syair lagu dari Ahmad Albar yang berbunyi “Dunia ini, Panggung Sandiwara” itu ada benarnya. Toh setelah ajal menjemput, kita tidak membawa apa-apa. Tidak membawa pakaian bagus, perhiasan emas, mobil mahal, yang ada hanya Kain kafan dan amal perbuatan yang kita bawa.فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْراً يَرَهُ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرّاً يَرَهُ
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah, niscaya dia akan melihat nya pula” (Q.S. Al-Zalzalah:7-8).

Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah.
Akhirnya, Marilah Khutbah Jumat kita pada siang hari ini kita tutup dengan doa dengan harapan Semoga kita diberikan bimbingan dan kekuatan oleh Allah SWT. Dalam menjalankan hidup kita sebagai seorang Muslim yang sesuai dengan Tuntunan Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW. Sehingga dengan demikian, akan terwujudlah Masyarakat Muslim yang Madani, sejahtera, dan pada akhirnya Negara Indonesia tercinta ini menjadi Baldatun Thayyibatun Wa rabbun ghafuur seperti yang kita cita-citakan bersama. Amin…

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه أجمعين . وعلى التابعين ومن تبعهم بإحسان الى يوم الدين. وارحمنا معهم برحمتك يا أرحم الراحمين
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَْلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنُا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلّ خَيْرٍ وَالْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بلإيمان ولا تجعل فى قلوبنا غلا للذين أمنوا ربنا إنك رؤوف الرحيم
ربنا أتنا فى الدنيا حسنة وفى الأخرة حسنة وقنا عذاب النار
والحمد لله رب العالمين

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar