Senin, 23 Januari 2012

Jadwal BBS Daerah Februari 2012

Berikut ini adalah Jadwal BBS Daerah untuk Februari 2012 :
Banda Aceh
Sabtu, 11 Februari 2012
Jam 13:45-17:00
Hotel Lading
Jl. Cut Mutia No.17 Banda Aceh
Pembicara : Diamond Iwan Jusack
——————————————————————
Medan
Minggu, 12 Februari 2012
Jam 13:45 – 17:00
Hotel Antares
Jl. Sisingamangaraja. Medan
Pembicara : Diamond Iwan Jusack
——————————————————————-
Surabaya
Minggu, 12 Februari 2012
Jam 12:45 – 16:00
Gedung WTC Lt.3
Jl. Pemuda
Surabaya
Pembicara : Diamond Djufly Wongso
———————————————————————–
Bandung
Jumat, 17 Januari 2012
Jam 18:45 – 22:00
Pasir Kaliki Hyper Square, Convention Lt. 2
Jalan Pasir Kaliki No. 25 Bandung
Pembicara : Diamond Pandji Choesin
————————————————————————–
Semarang
Minggu, 19 Februari 2012
Jam 12:45 – 16:00
Gedung PKK
Jl.Sriwijaya No.29 Semarang
Pembicara : Diamond Kresno Susatyo
————————————————————————-
Bandar Lampung
Minggu, 19 Februari 2012
Jam 12:45 – 16:00
Hotel Amalia
Jl. Raden Intan No.55 Banda Lampung
Pembicara : Diamond Beni Wayong
——————————————————————–
Denpasar
Minggu, 19 Februari 2012
Jam 12:45 – 16:00
Gedung Werdhapura
Jl. Danau Tambingan 49 Sanur
Pembicara : Diamond Antonius Sutedjo
———————————————————————
Makassar
Minggu, 19 Februari 2012
Jam 12:45 – 16:00
Diamond Ballroom Panakukang Gedung D
Jl. Boulevard Panakukang. Makassar
Pembicara : Founders Diamond Frans Budiardjo
—————————————————————-
Balikpapan
Minggu, 19 Februari 2012
Jam 12:45 – 16:00
Hotel Nuansa Indah Lt.2
Jl. Jendral Sudirman Balikpapan
Pembicara : Executive Diamond Erry Prabowo
——————————————————————–




Senin, 09 Januari 2012

Jadwal BBS Daerah Januari 2012:

Berikut ini adalah Jadwal BBS Daerah untuk Januari 2012:
Bandung
Jumat, 13 Januari 2012
Jam 18:45 – 22:00
Pasir Kaliki Hyper Square, Convention Lt. 2
Jalan Pasir Kaliki No. 25 Bandung
Pembicara: Diamond Djufly Wongso
————————————————————————–
Banda Aceh
Sabtu, 14 Januari 2012
Jam 13:45-17:00
Hotel Lading
Jl. Cut Mutia No.17 Banda Aceh
Pembicara: Emerald Kadek Budhi Aryawan
——————————————————————
Medan
Minggu, 15 Januari 2012
Jam 13:45 – 17:00
Hotel Antares
Jl. Sisingamangaraja. Medan
Pembicara: Emerald Kadek Budhi Aryawan
——————————————————————-
Makassar
Minggu, 15 Januari 2012
Jam 12:45 – 16:00
Diamond Ballroom Panakukang Gedung D
Jl. Boulevard Panakukang. Makassar
Pembicara: Diamond Gerrit Jacob
—————————————————————-
Denpasar
Minggu, 15 Januari 2012
Jam 12:45 – 16:00
Hotel Niki Matahari Room
Jl. Gatot Subroto Denpasar
Pembicara: Apprentice Diamond Samuel Ginting
———————————————————————
Semarang
Minggu, 15 Januari 2012
Jam 12:45 – 16:00
Gedung PKK
Jl. Sriwijaya No. 29 Semarang
Pembicara: Diamond Nyoman Purwadi
————————————————————————-
Bandar Lampung
Minggu, 15 Januari 2012
Jam 12:45 – 16:00
Resto Room, Hotel Marcopolo
Jl. Dr. Susilo Bandar Lampung
Pembicara: Executive Diamond SR Kristiawan
——————————————————————–
Balikpapan
Minggu, 15 Januari 2012
Jam 12:45 – 16:00
Hotel Nuansa Indah Lt.2
Jl. Jendral Sudirman Balikpapan
Pembicara: Founders Diamond Frans Budiardjo
——————————————————————–
Surabaya
Minggu, 15 Januari 2012
Jam 12:45 – 16:00
Gedung WTC Lt.3
Jl. Pemuda
Surabaya
Pembicara: Diamond Afif & Meta Noor
———————————————————————–

Jadwal Leadership Seminar Maret 2012

Berikut ini jadwal Leadership Seminar Maret 2012:

Leadership Seminar Surabaya

Tanggal :  10-11 Maret 2012
Tempat :  Convention Hall Gramedia Expo, Jl. Basuki Rachmad
Pembicara :  Executive Diamond SR Kristiawan & Tjatri Devi

Leadership Seminar Denpasar

Tanggal :  10-11 Maret 2012
Tempat :  Ballroom Aston Hotel. Jl. Gatot Subroto Barat
Pembicara :  Founders Double Diamond Johannes & Roma Simatupang

Leadership Seminar Jakarta

Tanggal :  17-18 Maret 2012
Tempat :  Tennis Indoor ISTORA Senayan
Pembicara :  Founders Diamond Jeffry Kusnadi & Founders Diamond Rennier Latief



Daftarkan diri Anda sekarang juga…..

Minggu, 08 Januari 2012

CONTOH NASKAH KHUTBAH JUMAT

KHUTBAH JUMAT:
PENCIPTAAN MANUSIA SEBAGAI SARANA INSTROPEKSI DIRI (MUHASABAH)

ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﷲ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ

ﺇﻥ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﷲ ﻧﺤﻤﺪﻩ ﻭ ﻧﺴﺘﻌﻴﻨﻪ ﻭ ﻧﺴﺘﻐﻔﺮﻩ ﻭ ﻧﻌﻮﺫ ﺑﺎﷲ ﻣﻦ ﺷﺮﻭﺭ ﺃﻧﻔﺴﻨﺎ ﻭ ﺳﻴﺌﺎﺕ ﺃﻋﻤﻠﻧﺎ ﻣﻦ ﻳﻬﺪﻯ ﺍﷲ ﻓﻼ ﻣﻀﻞ ﻟﻪ ﻭ ﻣﻦ ﻳﻀﻠﻞ ﻓﻼ ﻫﺎﺩﻱ ﻟﻪ

ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﷲ ﻭﺣﺪﻩ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ ﻭ ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪﺍ ﻋﺒﺪﻩ ﻭ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﻻ ﻧﺒﻲ ﺑﻌﺪﻩ

ﺃﻠﻟﻬﻢ ﺻﻞ ﻭ ﺳﻠﻢ ﻭ ﺑﺎﺭﻙ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭ ﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭ ﻣﻦ ﻭﺍﻟﻪ

ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﺇﺗﻘﻮﺍ ﺍﷲ ﺣﻖ ﺗﻘﺎﺗﻪ ﻭ ﻻ ﺗﻣﻮﺗﻦ ﺇﻻ ﻭ ﺃﻧﺘﻢ ﻣﺴﻠﻤﻮﻥ

ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺍﺗﻘﻮﺍ ﺭﺑﻜﻢ ﺍﻟﺬﻱ ﺧﻠﻘﻜﻢ ﻣﻦ ﻧﻔﺲ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﻭ ﺧﻠﻖ ﻣﻨﻬﺎ ﺯﻭﺟﻬﺎ ﻭ ﺑﺚ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﺭﺟﺎﻻ ﻛﺜﻴﺮﺍ ﻭ ﻧﺴﺎﺀﺍ ﻭ ﺍﺗﻘﻮﺍ ﺍﷲ ﺍﻟﺬﻱ ﺗﺴﺎﺀﻟﻮﻥ ﺑﻪ ﻭ ﺍﻷﺭﺣﺎﻡ ﺇﻥ ﺍﷲ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺭﻗﻴﺒﺎ

ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﺍﺗﻘﻮﺍ ﺍﷲ ﻭ ﻗﻮﻟﻮﺍ ﻗﻮﻻ ﺳﺪﻳﺪﺍ ﻳﺼﻠﺢ ﻟﻜﻢ ﺃﻋﻤﻠﻜﻢ ﻭ ﻳﻐﻔﺮ ﻟﻜﻢ ﺫﻧﻮﺑﻜﻢ ﻭ ﻣﻦ ﻳﻄﻊ ﺍﷲ ﻭ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﻓﻘﺪ ﻓﺎﺯ ﻓﻮﺯﺍ ﻋﻈﻴﻤﺎ

ﻓﺈﻥ ﺃﺻﺪﻕ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﷲ ﺧﻴﺮ ﺍﻟﻬﺪﻱ ﻫﺪﻱ ﻣﺤﻤﺪ ﺻﻠﻰ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﺳﻠﻢ ﺷﺮ ﺍﻷﻣﻮﺭ ﻣﺤﺪﺛﺎﺗﻬﺎ ﻛﻞ ﻣﺤﺪﺛﺔ ﺑﺪﻋﺔ ﻛﻞ ﺑﺪﻋﺔ ﺿﻼﻟﺔ ﻛﻞ ﺿﻼﻟﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺭ


Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah.
Marilah dari lubuk hati kita yang paling dalam kita panjatkan Puji Syukur kita kepada Allah SWT. Karena sampai pada detik ini Allah masih memberikan Rahmat dan NikmatNya kepada kita. Nikmat dan Rahmat Allah itu dapat kita rasakan saat ini: Nikmat Iman, Nikmat Islam, & Nikmat Sehat wal Afiat sehingga kita pada siang hari ini dapat berkumpul di tempat yang mulia ini dalam rangka menunaikan kewajiban kita selaku Muslim yaitu Melaksanakan Ibadah Jumat. Semoga amal ibadah kita yang terdahulu, yang kita lakukan saat ini, dan yang akan kita lakukan mendatang diterima dan dibalas dengan setimpal oleh Allah SWT. Amin.

Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah.
Tidak lupa kami sampaikan dari Mimbar Jumat pada hari ini. Utamanya pada diri kami sendiri dan kepada Hadirin Sidang Jumat untuk senantiasa meningkatkan, menjaga, & memelihara Kualitas Iman & Taqwa kita kepada Allah SWT dengan catatan taqwa yang sebenar-benarnya; Menjalankan apa yang diperintahkan Allah SWT dan menjauhi segala laranganNya. Dan janganlah kita mati kecuali dalam keadaan Islam

. Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah
Pada kesempatan yang mulia ini, Marilah kita simak dan renungkan bersama Firman Allah berikut ini:
هَلْ أَتَى عَلَى الْإِنسَانِ حِينٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُن شَيْئاً مَّذْكُوراً إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن نُّطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَّبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعاً بَصِيراً
Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya , karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat” (Q.S. Ad-Dahr:1 & 2).

Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah.
Ayat ini memberikan sebuah lecutan cambuk yang sangat keras bagi kita manusia agar tidak berbuat semena-mena, berbuat kerusakan dan sombong di atas muka bumi ini. Bukankah telah datang suatu masa atas manusia, saat itu manusia, kita belum merupakan sesuatu yang berwujud? Masa yang dimaksud dalam Ayat tersebut ialah ketika Allah SWT meniupkan ruh kepada kita manusia, sedang saat itu usia kandungan ibu kita baru 4 bulan. Ayat selanjutnya menjelaskan: Sesungguhnya Kami (Allah) telah menciptakan manusia dari setetes nuthfah (mani) yang bercampur dan Kami hendak mengujinya, karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.

Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah.
Sungguh, Allah SWT menciptakan kita dari setetes mani yang sangat menjijikkan. Dalam ayat yang lain disebutkan:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن سُلَالَةٍ مِّن طِينٍ ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَّكِينٍ ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَاماً فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْماً ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ خَلْقاً آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani dalam tempat yang kokoh . Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik” (Q.S. Al-Mu’minun:12-14).

Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah.
Allah SWT menciptakan kita dari benda yang sangat jijik: Segumpal tanah dan setetes mani. Tetapi Allah memposisikan kita di kedudukan yang terhormat. Kita diberikan Penglihatan, Pendengaran, Mulut untuk bicara, akal yang sempurna, hati yang lunak. Semuanya itu Allah ciptakan kepada kita sebagai Ujian. Apakah yang diuji?
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (Q.S. Al-Mulk:2).

Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah.
Allah menciptakan itu semua untuk menguji kita: Siapakah yang lebih baik amalnya? Bukan: Siapa yang lebih banyak amalnya? Walaupun kita banyak sekali beramal, Namun tanpa dilandasi oleh Keikhlasan, Loman/Murah hati, dan Niat yang baik.
Nonsense. Masa lalu kita adalah hanya segumpal tanah dan setetes mani. (Dalam ayat lain dikatakan “Segumpal darah”). Dan kita pun juga pada saatnya nanti akan kembali kepada asalnya yaitu menjadi tanah pula alias mati. Ketika kita dibangkitkan pada Hari Kiamat nanti, barulah kita akan tahu seberapa baik kualitas amal kita selama hidup di dunia.
إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِراً وَإِمَّا كَفُوراً إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَلَاسِلَا وَأَغْلَالاً وَسَعِيراً إِنَّ الْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِن كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُوراً عَيْناً يَشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفْجِيراً
Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir. Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas yang campurannya adalah air kafur , mata air yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya” (Q.S. Ad-Dahr:3-6).

Disana kita akan tahu. Mereka yang tidak mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah kepadanya akan diberikan siksaan yang pedih. Dan golongan-golongan yang berbuat kebajikan akan mendapatkan Kenikmatan Surgawi yang luasnya seluas langit dan bumi beserta seluruh isinya. Siapakah mereka golongan yang berbuat kebajikan itu
?إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya” (Q.S. At-Tin:6).

أَقُوْلُ قَوْليِ هَذَا وَاسْتَغْفُرُ اللهَ اْلعَظِيْم ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَات وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَات فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ.

الخطبة الثانية


. اْلحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَِثيْرًا
Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah.
Allah SWT melarang kita untuk berbuat Kibir (Sombong), ‘Ujub (Berbangga-banggaan), dan Riya’ (Pamer). Dalam salah satu Haditsnya, Rasulullah SAW pernah menyampaikan kurang lebih demikian:

“Tidak akan masuk Surga dan tidak akan pernah diperbolehkan mencium bau Surga: Orang-orang yang di hatinya terdapat rasa sombong walaupun sebesar Biji Dzarrah” (H.R. Bukhari & Muslim).

Dalam sebuah Pesan dan Amanatnya, K.H. Ahmad Dahlan Rahimahullah seorang Ulama’ yang pernah dimiliki Indonesia, dan seorang Pendiri Muhammadiyah pernah menyampaikan 10 hal yang harus dijauhi oleh seorang Muslim. Salah satu diantaranya ialah: jangan Jubirya (‘Ujub, Kibir, Riya’). ‘Ujub ialah terlalu berbangga-bangga dengan dirinya atau dengan Silsilah nasabnya, Istri dan anak, Harta-benda, dsb. Kibir ialah sombong atau merasa lebih diatas orang lain. Sedangkan Riya’ adalah Memamer-mamerkan amalannya di depan orang dengan maksud agar dicap sebagai orang Shalih, Ulama’, dsb. Allah SWT berfirman:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُواْ إِلَى الصَّلاَةِ قَامُواْ كُسَالَى يُرَآؤُونَ النَّاسَ وَلاَ يَذْكُرُونَ اللّهَ إِلاَّ قَلِيلاً
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka . Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali” (Q.S. An-Nisa’:142).

Dengan demikian, apakah yang perlu disombongkan dalam hidup ini? Apakah yang perlu kita bangga-banggakan dalam kehidupan yang serba fana ini? Kalau kita tilik sebuah syair lagu dari Ahmad Albar yang berbunyi “Dunia ini, Panggung Sandiwara” itu ada benarnya. Toh setelah ajal menjemput, kita tidak membawa apa-apa. Tidak membawa pakaian bagus, perhiasan emas, mobil mahal, yang ada hanya Kain kafan dan amal perbuatan yang kita bawa.فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْراً يَرَهُ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرّاً يَرَهُ
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah, niscaya dia akan melihat nya pula” (Q.S. Al-Zalzalah:7-8).

Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah.
Akhirnya, Marilah Khutbah Jumat kita pada siang hari ini kita tutup dengan doa dengan harapan Semoga kita diberikan bimbingan dan kekuatan oleh Allah SWT. Dalam menjalankan hidup kita sebagai seorang Muslim yang sesuai dengan Tuntunan Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW. Sehingga dengan demikian, akan terwujudlah Masyarakat Muslim yang Madani, sejahtera, dan pada akhirnya Negara Indonesia tercinta ini menjadi Baldatun Thayyibatun Wa rabbun ghafuur seperti yang kita cita-citakan bersama. Amin…

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه أجمعين . وعلى التابعين ومن تبعهم بإحسان الى يوم الدين. وارحمنا معهم برحمتك يا أرحم الراحمين
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَْلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنُا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلّ خَيْرٍ وَالْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بلإيمان ولا تجعل فى قلوبنا غلا للذين أمنوا ربنا إنك رؤوف الرحيم
ربنا أتنا فى الدنيا حسنة وفى الأخرة حسنة وقنا عذاب النار
والحمد لله رب العالمين

KHUTBAH IDUL ADHA 1432 H: MEMETIK PELAJARAN BERHARGA DARI IDUL ADHA DALAM MENDIDIK GENERASI BERAKHLAQUL KARIMAH


KHUTBAH IDUL ADHA 1432 H:
MEMETIK PELAJARAN BERHARGA DARI IDUL ADHA DALAM MENDIDIK GENERASI BERAKHLAQUL KARIMAH

Oleh: Gelar Muhammad Fillhajj


ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﷲ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ

ﺇﻥ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﷲ ﻧﺤﻤﺪﻩ ﻭ ﻧﺴﺘﻌﻴﻨﻪ ﻭ ﻧﺴﺘﻐﻔﺮﻩ ﻭ ﻧﻌﻮﺫ ﺑﺎﷲ ﻣﻦ ﺷﺮﻭﺭ ﺃﻧﻔﺴﻨﺎ ﻭ ﺳﻴﺌﺎﺕ ﺃﻋﻤﻠﻧﺎ ﻣﻦ ﻳﻬﺪﻯ ﺍﷲ ﻓﻼ ﻣﻀﻞ ﻟﻪ ﻭ ﻣﻦ ﻳﻀﻠﻞ ﻓﻼ ﻫﺎﺩﻱ ﻟﻪ

ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﷲ ﻭﺣﺪﻩ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ ﻭ ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪﺍ ﻋﺒﺪﻩ ﻭ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﻻ ﻧﺒﻲ ﺑﻌﺪﻩ

ﺃﻠﻟﻬﻢ ﺻﻞ ﻭ ﺳﻠﻢ ﻭ ﺑﺎﺭﻙ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭ ﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭ ﻣﻦ ﻭﺍﻟﻪ

ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﺇﺗﻘﻮﺍ ﺍﷲ ﺣﻖ ﺗﻘﺎﺗﻪ ﻭ ﻻ ﺗﻣﻮﺗﻦ ﺇﻻ ﻭ ﺃﻧﺘﻢ ﻣﺴﻠﻤﻮﻥ

ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺍﺗﻘﻮﺍ ﺭﺑﻜﻢ ﺍﻟﺬﻱ ﺧﻠﻘﻜﻢ ﻣﻦ ﻧﻔﺲ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﻭ ﺧﻠﻖ ﻣﻨﻬﺎ ﺯﻭﺟﻬﺎ ﻭ ﺑﺚ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﺭﺟﺎﻻ ﻛﺜﻴﺮﺍ ﻭ ﻧﺴﺎﺀﺍ ﻭ ﺍﺗﻘﻮﺍ ﺍﷲ ﺍﻟﺬﻱ ﺗﺴﺎﺀﻟﻮﻥ ﺑﻪ ﻭ ﺍﻷﺭﺣﺎﻡ ﺇﻥ ﺍﷲ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺭﻗﻴﺒﺎ

ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﺍﺗﻘﻮﺍ ﺍﷲ ﻭ ﻗﻮﻟﻮﺍ ﻗﻮﻻ ﺳﺪﻳﺪﺍ ﻳﺼﻠﺢ ﻟﻜﻢ ﺃﻋﻤﻠﻜﻢ ﻭ ﻳﻐﻔﺮ ﻟﻜﻢ ﺫﻧﻮﺑﻜﻢ ﻭ ﻣﻦ ﻳﻄﻊ ﺍﷲ ﻭ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﻓﻘﺪ ﻓﺎﺯ ﻓﻮﺯﺍ ﻋﻈﻴﻤﺎ

ﻓﺈﻥ ﺃﺻﺪﻕ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﷲ ﺧﻴﺮ ﺍﻟﻬﺪﻱ ﻫﺪﻱ ﻣﺤﻤﺪ ﺻﻠﻰ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﺳﻠﻢ ﺷﺮ ﺍﻷﻣﻮﺭ ﻣﺤﺪﺛﺎﺗﻬﺎ ﻛﻞ ﻣﺤﺪﺛﺔ ﺑﺪﻋﺔ ﻛﻞ ﺑﺪﻋﺔ ﺿﻼﻟﺔ ﻛﻞ ﺿﻼﻟﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺭ

ﺍﷲ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﷲ ﺃﻛﺒﺮ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﷲ ﻭ ﺍﷲ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﷲ ﺃﻛﺒﺮ ﻭ ﷲ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﺍﷲ ﺃﻛﺒﺮﻛﺒﻴﺮﺍ ﻭ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﷲ ﻛﺜﻴﺮﺍ ﻭ ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﷲ ﺑﻜﺮﺓ ﻭ ﺃﺻﻴﻼ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﷲ ﻭ ﺍﷲ ﺃﻛﺑﺮ ﺍﷲ ﺃﻛﺑﺮ ﻭ ﷲ ﺍﻟﺤﻤﺪ

Hadirin Sidang Shalat Idul Adha Rahimakumullah!
Tiada kata yang pantas terucap kecuali untaian rasa syukur kita kepada Allah SWT. Pada kesempatan yang mulia ini, kita bersama mengumandangkan gema takbir. Berbondong-bondong menuju masjid dan tanah lapang untuk bersama melaksanakan Shalat Idul Adha sebagai bentuk kesyukuran kita atas nikmat Allah yang sangat besar bagi kita.

ﺍﷲ ﺃﻛﺑﺮ ﺍﷲ ﺃﻛﺑﺮ ﻭ ﷲ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Hadirin Sidang Shalat Idul Adha Rahimakumullah!
Pada kesempatan yang mulia ini, khotib berwasiat khususnya kepada diri khotib pribadi dan umumnya kepada seluruh kaum muslimin yang hadir di tempat ini pada pagi ini: Marilah kita senantiasa meningkatkan, menjaga, dan memelihara kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Dengan catatan taqwa yang sebenar-benarnya; menjalankan segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala laranganNya.

ﺍﷲ ﺃﻛﺑﺮ ﺍﷲ ﺃﻛﺑﺮ ﻭ ﷲ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Hadirin Sidang Shalat Idul Adha Rahimakumullah!
Pagi ini, di seluruh penjuru dunia, umat islam bersama mengagungkan Allah SWT. Umat Islam bersama mengumandangkan takbir. Berbondong-bondong menuju masjid dan tanah lapang untuk bersama menunaikan Shalat Idul Adha. Pada hari ini, saudara-saudara kita yang menunaikan ibadah haji di tanah suci Makkah sedang melempar jumrah aqabah di Mina. Setelah sebelumnya mereka melaksanakan wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah. Kita bersama-sama merayakan Idul Adha, di mana pada hari ini kita kembali mengingat peristiwa berabad-abad silam. Yang mana saat itu Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mendapatkan ujian keimanan dari Allah SWT. Peristiwa tersebut diabadikan dan dilakukan seluruh umat islam pada setiap tahunnya yaitu dengan momen Idul Adha: Kembali berkurban.

ﺍﷲ ﺃﻛﺑﺮ ﺍﷲ ﺃﻛﺑﺮ ﻭ ﷲ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Hadirin Sidang Shalat Idul Adha Rahimakumullah!
Jika kita tarik ke dalam akar bahasa, ‘Id berarti: kembali. Al-Adh-Haa artinya: berkurban. Pada hari ini kita kembali menyembelih hewan kurban sebagai bentuk kesyukuran kepada Allah SWT dan mengikuti ajaran rasul-Nya. Namun, menyembelih kurban ini tidak hanya sebatas seremonial belaka. Ada pelajaran sarat makna di balik momen Idul Adha ini. Mari kita ingat kembali peristiwa berabad-abad silam yang diabadikan dalam Al-Quran
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ
Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar .” (Q.S. As-Shaffat/37: 100-101).
Betapa doa seorang khalilullah (sahabat Allah) sangat mustajabah. Doa Nabi Ibrahim AS dikabulkan Allah dengan lahirnya Nabi Ismail yang amat sabar. Di manakah letak kesabaran Nabi Ismail?
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِن شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". (Q.S. As-Shaffat/37: 103).
Subhaanallaah! Betapa luar biasa kesabaran Nabi Ismail. Ketika Nabi Ibrahim mendapat perintah Allah melalui mimpi untuk menyembelih Ismail, Ismail berkata. “Hai Bapakku, jika ini memang perintah Allah, maka sembelihlah aku! Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". Mari kita bandingkan dengan diri kita. Sudahkah kita menjalankan apa yang diperintahkan Allah kepada kita dengan ikhlas? Inilah salah satu cerminan teladan yang diberikan oleh bapak para nabi kepada kita umat manusia untuk dijadikan teladan dalam kehidupan sehari-hari. Maka, apakah balasan untuk kesabaran dan keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail?
فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ وَنَادَيْنَاهُ أَن يَا إِبْرَاهِيمُ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا ۚ إِنَّا كَذَ‌ٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ
Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu , sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar .” (Q.S. As-Shaffat/37: 104-107).

ﺍﷲ ﺃﻛﺑﺮ ﺍﷲ ﺃﻛﺑﺮ ﻭ ﷲ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Hadirin Sidang Shalat Idul Adha Rahimakumullah!
Nabi Ismail yang ketika itu masih kanak-kanak memiliki akhlaq yang baik dan terpuji. Hormat kepada kedua orangtuanya, taat kepada perintah Allah dan rasul-Nya, dan bersabar dalam menjalankan perintah Allah SWT. Pertanyaannya: Sudahkah anak-anak kita dididik untuk memiliki akhlaqul-karimah? Jika kita perhatikan kondisi bangsa Indonesia saat ini, anak-anak Indonesia saat ini merosot akhlaqnya. Padahal, tegak atau runtuhnya sebuah negara adalah karena anak-anak dan pemuda-pemudinya
ﺍﻟﻔﺘﻰ ﻋﻤﺎﺩ ﺍﻟﺒﻼﺩ
“Pemuda adalah tiangnya negara.”
Apabila anak-anak kita, generasi muda kita baik, maka negara ini akan tegak. Tetapi, jika generasi muda kita berakhlaq buruk, maka jangan harap negara ini bisa baik. Karena generasi muda adalah generasi penerus. Calon pemimpin bangsa dan pemimpin umat di bumi ini. Rasulullah SAW bersabda terkait dengan masalah pendidikan dan akhlaq
ﺃﺩﺑﻮﺍ ﺃﻭﻻﺩﻛﻢ ﻭ ﺃﺣﺴﻨﻮﺍ ﺃﺩﺑﻬﻢ
“Didiklah anak-anakmu dan perbaikilah adab/akhlaq mereka.”
Nabi Ibrahim AS sukses mendidik anak-anaknya menjadi anak yang sabar, beakhlaq mulia, dan taat kepada perintah Allah SWT. Maka, mari kita mulai dari diri kita. Kita didik anak-anak kita dengan cara yang bijak, lembut, dan dengan teladan yang baik. Karena seorang anak tidak akan memiliki akhlaq yang baik selama orangtuanya tidak memberinya teladan yang mulia. Madrasah pertama anak-anak kita adalah di rumah. Madrasah keluarga. Di mana kita sebagai orangtua berperan penting dalam mendidik anak-anak kita untuk menjadi pribadi yang berakhlaqul karimah. Sebab, anak-anak kita adalah tiangnya negara. Mereka akan menjadi dewasa, penerus perjuangan para pemimpin umat.
ﺷﺒﺎﻥ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﺭﺟﺎﻝ ﺍﻟﻐﺪ
“Sekarang masih anak-anak, kelak besok mereka akan tumbuh menjadi dewasa.”

Apabila anak-anak dan generasi muda kita memiliki akhlaq dan karakter yang mulia, maka negara ini akan menjadi aman sentosa seperti dalam doa Nabi Ibrahim

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَـٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdo'a: Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian.” (Q.S. Al-Baqarah/2: 126).

ﺍﷲ ﺃﻛﺑﺮ ﺍﷲ ﺃﻛﺑﺮ ﻭ ﷲ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Hadirin Sidang Shalat Idul Adha Rahimakumullah!
Akhirnya, marilah kita berdoa kepada Allah SWT agar kita diberikan kemampuan dan kemauan untuk menjaga dan meingkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah, hingga pada akhirnya nanti terwujudlah negara yang adil, makmur, gemah ripah loh jinawi, dan selalu dalam lindungan Allah SWT sebagaimana cita-cita kita bersama

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﻛﻤﺎ ﺻﻠﻴﺖ ﻋﻠﻰ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻭ ﺁﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻭ ﺑﺎﺭﻙ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﻛﻤﺎ ﺑﺎﺭﻛﺖ ﻋﻠﻰ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻭ ﺁﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﻠﻤﻴﻦ ﺇﻧﻚ ﺣﻤﻴﺪ ﻣﺠﻴﺪ

ﺃﻟﻠﻬﻢ ﺍﻏﻔﺮ ﻟﻠﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻭ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﺎﺕ ﻭ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻭ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﺎﺕ ﺍﻷﺣﻴﺎﺀ ﻣﻨﻬﻢ ﻭ ﺍﻷﻣﻮﺍﺕ

ﺭﺑﻨﺎ ﺍﻏﻔﺮ ﻟﻨﺎ ﻭ ﻹﺧﻮﺍﻧﻨﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺳﺒﻘﻮﻧﺎ ﺑﺎﻹﻳﻤﺎﻥ ﻭ ﻻ ﺗﺠﻌﻞ ﻓﻲ ﻗﻠﻮﺑﻨﺎ ﻏﻼ ﻟﻠﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﺭﺑﻨﺎ ﺇﻧﻚ ﺭﺀﻭﻑ ﺭﺣﻴﻢ

ﻳﺎ ﻣﻘﻠﺐ ﺍﻟﻘﻠﻮﺏ ﺛﺒﺖ ﻗﻠﻮﺑﻨﺎ ﻋﻠﻰ ﺩﻳﻨﻚ


اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ  أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنُا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلّ خَيْرٍ وَالْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ


اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَأَعِدْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ هَذَا الْيَوْمِ وَأَعِدْ أَمْثَالَهُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَمَتَّعُ بِاْلإِيْمَانِ وَالأَمْنِ وَالْعَافِيَةِ

ﺭﺑﻨﺎ ﺁﺗﻨﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺣﺴﻨﺔ ﻭ ﻓﻲ ﺍﻵﺧﺮﺓ ﺣﺴﻨﺔ ﻭ ﻗﻨﺎ ﻋﺬﺍﺏ ﺍﻟﻨﺎﺭ

ﻭ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﷲ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﻠﻤﻴﻦ

ﺑﺎﷲ ﻫﺪﺍﻳﺔ ﻭ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ

ﻭ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭ ﺭﺣﻤﺔ ﺍﷲ ﻭ ﺑﺮﻛﺎﺗﻪ


CONTOH NASKAH KHUTBAH NIKAH

KHUTBAH NIKAH

ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﷲ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ

ﺇﻥ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﷲ ﻧﺤﻤﺪﻩ ﻭ ﻧﺴﺘﻌﻴﻨﻪ ﻭ ﻧﺴﺘﻐﻔﺮﻩ ﻭ ﻧﻌﻮﺫ ﺑﺎﷲ ﻣﻦ ﺷﺮﻭﺭ ﺃﻧﻔﺴﻨﺎ ﻭ ﺳﻴﺌﺎﺕ ﺃﻋﻤﻠﻧﺎ ﻣﻦ ﻳﻬﺪﻯ ﺍﷲ ﻓﻼ ﻣﻀﻞ ﻟﻪ ﻭ ﻣﻦ ﻳﻀﻠﻞ ﻓﻼ ﻫﺎﺩﻱ ﻟﻪ

ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﷲ ﻭﺣﺪﻩ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ ﻭ ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪﺍ ﻋﺒﺪﻩ ﻭ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﻻ ﻧﺒﻲ ﺑﻌﺪﻩ

ﺃﻠﻟﻬﻢ ﺻﻞ ﻭ ﺳﻠﻢ ﻭ ﺑﺎﺭﻙ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭ ﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭ ﻣﻦ ﻭﺍﻟﻪ

ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﺇﺗﻘﻮﺍ ﺍﷲ ﺣﻖ ﺗﻘﺎﺗﻪ ﻭ ﻻ ﺗﻣﻮﺗﻦ ﺇﻻ ﻭ ﺃﻧﺘﻢ ﻣﺴﻠﻤﻮﻥ

ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺍﺗﻘﻮﺍ ﺭﺑﻜﻢ ﺍﻟﺬﻱ ﺧﻠﻘﻜﻢ ﻣﻦ ﻧﻔﺲ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﻭ ﺧﻠﻖ ﻣﻨﻬﺎ ﺯﻭﺟﻬﺎ ﻭ ﺑﺚ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﺭﺟﺎﻻ ﻛﺜﻴﺮﺍ ﻭ ﻧﺴﺎﺀﺍ ﻭ ﺍﺗﻘﻮﺍ ﺍﷲ ﺍﻟﺬﻱ ﺗﺴﺎﺀﻟﻮﻥ ﺑﻪ ﻭ ﺍﻷﺭﺣﺎﻡ ﺇﻥ ﺍﷲ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺭﻗﻴﺒﺎ

ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﺍﺗﻘﻮﺍ ﺍﷲ ﻭ ﻗﻮﻟﻮﺍ ﻗﻮﻻ ﺳﺪﻳﺪﺍ ﻳﺼﻠﺢ ﻟﻜﻢ ﺃﻋﻤﻠﻜﻢ ﻭ ﻳﻐﻔﺮ ﻟﻜﻢ ﺫﻧﻮﺑﻜﻢ ﻭ ﻣﻦ ﻳﻄﻊ ﺍﷲ ﻭ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﻓﻘﺪ ﻓﺎﺯ ﻓﻮﺯﺍ ﻋﻈﻴﻤﺎ

Mempelai berdua, saudara …. Dan saudari ......
Yang saya hormati, kedua orangtua mempelai,
Yang saya hormati, keluarga dan handai taulan kedua mempelai,
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah!

Tiada kata yang pantas terucap kecuali untaian rasa syukur kita kepada Allah SWT. Atas segala berkah dan rahmatNya kepada kita. Pada pagi ini saudara ..... menyempurnakan separuh agamanya dengan saudari ...... Alhamdulillah, kita diberi rahmat dan berkah untuk bisa bersama-sama menyaksikan akad ikatan suci kedua insan yang berbahagia ini. Semoga kedua mempelai diberi kemampuan dan kekuatan untuk membina rumah tangga yang harmonis, sakinah, mawaddah, wa rohmah. Amin.

Shalawat dan Salam mari kita junjungkan kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW, junjungan kita, pembawa kabar gembira dan peringatan. Semoga salam sejahtera terus berlimpah kepada beliau, keluarga beliau, para sahabatnya, dan mereka yang mengikuti jejak-jejaknya hingga hari kiamat nanti.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah!
Pada kesempatan yang sakral ini, perkenankan kami untuk berwasiat kepada diri kami sendiri khususnya, dan umumnya kepada kedua mempelai, keluarga mempelai, serta seluruh hadirin yang hadir pada kesempatan ini: Marilah kita senantiasa meningkatkan, menjaga, dan memelihara kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Dengan catatan taqwa yang sebenar-benarnya; menjalankan seluruh perintah Allah SWT dan menjauhi segala laranganNya. Sesuai dengan firman Allah
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا ﴿١﴾
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya[263] Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain[264], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (Q.S. An-Nisaa/4:1)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah!
Menikah adalah menyempurnakan separuh agama. Hukum asal menikah adalah Sunnah. Namun, menikah bisa menjadi wajib apabila dikhawatirkan terjadi perbuatan yang mengarah pada zina. Menikah bisa menjadi haram apabila yang dinikahi berbeda agama dengan kita. Menikah sendiri merupakan perintah Allah SWT
وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانكِحُوا مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَ‌ٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا ﴿٣﴾
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil[265], maka (kawinilah) seorang saja[266], atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (Q.S. An-Nisaa/4:3)

Rasulullah SAW juga bersabda dalam salah satu haditsnya mengenai perintah menikah
َعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ لَنَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( يَا مَعْشَرَ اَلشَّبَابِ ! مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اَلْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ , فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ , وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ , وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ ; فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Abdullah Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda pada kami: "Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu." Muttafaq Alaihi.

Dengan demikian, maka menikah adalah perintah Allah dan Rasulullah SAW yang juga merupakan ibadah dan menyempurnakan separuh agama. Pada hari ini, saudara ...... dan saudari ....... telah menyempurnakan separuh agamanya. Maka, ada beberapa tips kepada kedua mempelai dan kepada kita yang hadir di sini tentang bagaimana mengayuh bahtera rumah tangga menuju sakinah, mawaddah, wa rohmah:

  1. Rasulullah SAW telah memerintahkan pada kaum laki-laki untuk memilih perempuan yang dinikahinya karena empat hal: Nasabnya, hartanya, kecantikannya, dan agamanya. Jadikanlah agama sebagai patokan utama dalam memilih calon pasangan hidup. Karena, seorang suami atau istri tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan biologis, tetapi juga saling membantu untuk mencapai rumah tangga yang harmonis dunia-akhirat. Sebab itu, apabila kedua mempelai telah berumah tangga, maka tetaplah berada di atas akidah dan koridor syari’at yang benar. Jangan sampai melenceng dari koridor akidah dan syari’at. Sebab, akidah adalah pondasi dalam agama ini. Ibarat rumah, apabila pondasinya baik, maka seluruh bangunannya akan baik. Tetapi apabila pondasinya buruk, maka seluruh bangunannya pun akan buruk.
  2. Kedua mempelai harus membina komunikasi dengan baik. Komunikasi antar suami/istri, komunikasi dengan orangtua dan mertua, komunikasi dengan masyarakat sekitar haruslah dijaga dengan baik. Jangan sampai jika ada masalah kemudian tidak dibicarakan baik-baik sehingga akhirnya timbul konflik rumah tangga. Na’udzubillah! 80% Kerusakan dalam rumah tangga disebabkan oleh komunikasi yang tidak baik.
  3. Seorang suami harus bisa memahami perasaan sang istri. Begitu pula sang istri harus menghormati suaminya. Sebab suami adalah imam bagi rumah tangga. Seorang istri yang shalihah harus bisa menjaga pandangannya terhadap laki-laki lain yang bukan suaminya. Seorang istri shalihah jika akan bepergian dan berpuasa sunnah, maka ia harus minta izin suaminya dahulu. Sebab suami adalah pemimpin dalam rumah tangga. Berkenaan dengan hal ini ada sebuah kisah:

Suatu hari Rasulullah SAW bersabda kepada Siti Fatimah: Hai Putriku, jika engkau ingin tahu perempuan penghuni surga, maka lihatlah Siti Muthi’ah! Siti Fatimah bingung, mengapa perempuan bernama Muthi’ah itu bisa menjadi perempuan penghuni surga? Maka Siti Fatimah pun pergi ke rumah Siti Muthi’ah bersama Hasan dan Husain. Sampai di rumah Muthi’ah, Siti Fatimah mengetuk pintu, “Assalamualaikum,”. “Waalaikumussalam, siapa itu?” Jawab Muthi’ah. Fatimah berkata, “Saya Fatimah, putri Rasulullah”. Siti Muthi’ah terkejut, “Ada angin apa yang membawa Putri Rasulullah sampai ke rumah saya? Mohon maaf, saya belum minta izin pada suami saya untuk menerima tamu, maka, kembalilah ke rumahku esok hari.” Kata Muthi’ah.

Keesokan harinya, Fatimah pun kembali mengunjungi rumah Muthi’ah dan kali ini Muthi’ah menjawab, “Saya sudah minta izin pada suami saya dan suami saya mengizinkan kalian datang ke mari, masuklah!”. Ketika Fatimah masuk, ia terheran-heran melihat tiga benda yang berada di sudut ruangan: Sebuah nampan, sebuah lap keringat, dan sebuah pecut. Fatimah bertanya, “Untuk apa semua benda ini, Muthi’ah?”. Muthi’ah menjawab, “Suami saya adalah seorang petani. Setiap ia pulang kerja, saya akan mandi, mengenakan pakaian saya yang paling indah dan paling harum, kemudian saya akan menyambut suami saya, mengelap keringatnya, dan membuatkannya makanan yang sangat nikmat. Setelah itu saya akan berkata: Suamiku, jikalau dalam pelayananku ini terdapat sesuatu yang kurang berkenan di hatimu, maka cambuklah aku!”. Fatimah bertanya, “Lalu, apakah kau dicambuknya?”. Jawab Muthi’ah, “Tidak, suamiku malah merangkulku dan memelukku dengan kasih sayang...”

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah!
Kisah di atas menjadi sebuah pelajaran bagi kita, betapa seorang istri yang shalihah akan menjadi penghuni surga yang kekal abadi.

  1. Hiasilah rumah tangga dengan shalat malam dan bacaan Al-Quran. Sebab, seorang suami dan istri yang bersama-sama menghidupkan malam-malamnya dengan shalat malam dan membaca Al-Quran sangat dicintai Allah. Allah mencintai seorang suami yang mambangunkan istri dan keluarganya untuk shalat malam. Begitu pula, Allah juga mencintai seorang istri yang membangunkan suami dan keluarganya untuk shalat malam. Betapa indahnya rumah tangga kita bila kita hiasi dengan shalat malam dan bacaan Al-Quran. Insya Allah rumah tangga kedua mempelai dan kita semua akan terhindar dari segala bala’, fitnah, dan bencana.
  2. Seorang penulis novel terkenal bernama Agatha Christie pernah mengatakan, “Suami paling baik bagi seorang perempuan adalah seorang arkeolog. Makin tua sang perempuan itu, suaminya semakin cinta dan tergila-gila padanya”. Kami sarankan pada kedua mempelai untuk memiliki jiwa arkeolog. Mengapa? Sebab, semakin lama usia perkawinan, maka sang suami akan memandang sang istrinya semakin bernilai. Begitu juga sang istri, semakin lama usia perkawinannya dengan sang suami, maka semakin jatuh cintalah sang istri pada suaminya.

Kalau sudah demikian, maka akan terciptalah rumah tangga yang rukun, damai, tentram, langgeng, sakinah, mawaddah, wa rohmah
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَ‌ٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ ﴿٢١﴾
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (Q.S. Ar-Rum/30:21)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah!
Demikianlah sekelumit khutbah nikah yang dapat kami sampaikan. Semoga yang sedikit ini bermanfaat bagi kedua mempelai yang akan menjalani lembaran baru sebagai pasangan dunia dan akhirat. Juga kepada kita semua. Mohon maaf apabila ada kesalahan, mengingat kami adalah manusia biasa yang penuh salah dan dosa, dan yang benar hanyalah di sisi Allah SWT. Semoga kedua mempelai diberikan umur yang barokah, pernikahan yang barokah, dan kemampuan untuk membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rohmah. Amin...

أَقُوْلُ قَوْليِ هَذَا وَاسْتَغْفُرُ اللهَ اْلعَظِيْم ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَات وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَات فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ.

KHUTBAH IDUL FITRI 1432 H: IDUL FITRI MOMENTUM KEMBALI KEPADA TAUHID YANG MURNI

KHUTBAH IDUL FITRI 1432 H:
IDUL FITRI MOMENTUM KEMBALI KEPADA TAUHID YANG MURNI

Oleh: Gelar Muhammad Fillhajj


ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﷲ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ

ﺇﻥ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﷲ ﻧﺤﻤﺪﻩ ﻭ ﻧﺴﺘﻌﻴﻨﻪ ﻭ ﻧﺴﺘﻐﻔﺮﻩ ﻭ ﻧﻌﻮﺫ ﺑﺎﷲ ﻣﻦ ﺷﺮﻭﺭ ﺃﻧﻔﺴﻨﺎ ﻭ ﺳﻴﺌﺎﺕ ﺃﻋﻤﻠﻧﺎ ﻣﻦ ﻳﻬﺪﻯ ﺍﷲ ﻓﻼ ﻣﻀﻞ ﻟﻪ ﻭ ﻣﻦ ﻳﻀﻠﻞ ﻓﻼ ﻫﺎﺩﻱ ﻟﻪ

ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﷲ ﻭﺣﺪﻩ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ ﻭ ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪﺍ ﻋﺒﺪﻩ ﻭ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﻻ ﻧﺒﻲ ﺑﻌﺪﻩ

ﺃﻠﻟﻬﻢ ﺻﻞ ﻭ ﺳﻠﻢ ﻭ ﺑﺎﺭﻙ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭ ﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭ ﻣﻦ ﻭﺍﻟﻪ

ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﺇﺗﻘﻮﺍ ﺍﷲ ﺣﻖ ﺗﻘﺎﺗﻪ ﻭ ﻻ ﺗﻣﻮﺗﻦ ﺇﻻ ﻭ ﺃﻧﺘﻢ ﻣﺴﻠﻤﻮﻥ

ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺍﺗﻘﻮﺍ ﺭﺑﻜﻢ ﺍﻟﺬﻱ ﺧﻠﻘﻜﻢ ﻣﻦ ﻧﻔﺲ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﻭ ﺧﻠﻖ ﻣﻨﻬﺎ ﺯﻭﺟﻬﺎ ﻭ ﺑﺚ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﺭﺟﺎﻻ ﻛﺜﻴﺮﺍ ﻭ ﻧﺴﺎﺀﺍ ﻭ ﺍﺗﻘﻮﺍ ﺍﷲ ﺍﻟﺬﻱ ﺗﺴﺎﺀﻟﻮﻥ ﺑﻪ ﻭ ﺍﻷﺭﺣﺎﻡ ﺇﻥ ﺍﷲ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺭﻗﻴﺒﺎ

ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﺍﺗﻘﻮﺍ ﺍﷲ ﻭ ﻗﻮﻟﻮﺍ ﻗﻮﻻ ﺳﺪﻳﺪﺍ ﻳﺼﻠﺢ ﻟﻜﻢ ﺃﻋﻤﻠﻜﻢ ﻭ ﻳﻐﻔﺮ ﻟﻜﻢ ﺫﻧﻮﺑﻜﻢ ﻭ ﻣﻦ ﻳﻄﻊ ﺍﷲ ﻭ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﻓﻘﺪ ﻓﺎﺯ ﻓﻮﺯﺍ ﻋﻈﻴﻤﺎ

ﻓﺈﻥ ﺃﺻﺪﻕ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﷲ ﺧﻴﺮ ﺍﻟﻬﺪﻱ ﻫﺪﻱ ﻣﺤﻤﺪ ﺻﻠﻰ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﺳﻠﻢ ﺷﺮ ﺍﻷﻣﻮﺭ ﻣﺤﺪﺛﺎﺗﻬﺎ ﻛﻞ ﻣﺤﺪﺛﺔ ﺑﺪﻋﺔ ﻛﻞ ﺑﺪﻋﺔ ﺿﻼﻟﺔ ﻛﻞ ﺿﻼﻟﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺭ

ﺍﷲ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﷲ ﺃﻛﺒﺮ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﷲ ﻭ ﺍﷲ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﷲ ﺃﻛﺒﺮ ﻭ ﷲ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﺍﷲ ﺃﻛﺒﺮﻛﺒﻴﺮﺍ ﻭ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﷲ ﻛﺜﻴﺮﺍ ﻭ ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﷲ ﺑﻜﺮﺓ ﻭ ﺃﺻﻴﻼ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﷲ ﻭ ﺍﷲ ﺃﻛﺑﺮ ﺍﷲ ﺃﻛﺑﺮ ﻭ ﷲ ﺍﻟﺤﻤﺪ

Hadirin Sidang Shalat Idul Fitri Rahimakumullah!
Tiada kata yang pantas terucap kecuali untaian rasa syukur kita kepada Allah SWT. Pada kesempatan yang mulia ini, kita bersama mengumandangkan gema takbir kemenangan setelah sebulan kita ditempa oleh “kawah candradimuka” Ramadhan yang penuh berkah. Selama sebulan hawa nafsu kita dijaga, makan minum kita dikendalikan, emosi kita dikekang. Kita belajar menjadi pribadi yang sabar, pribadi yang disiplin, pribadi yang tekun beribadah, dan pribadi yang memiliki kesalehan sosial. Pada hari ini, di tempat ini dan di tempat yang lain, umat muslim dari berbagai penjuru dunia menggemakan takbir. Menandakan bahwa pada hari ini kita telah berada di garis finish dari kawah candradimuka Ramadhan. Semoga kita menjadi orang-orang yang mendapat predikat muttaqin sesuai dengan tujuan ibadah puasa.

ﺍﷲ ﺃﻛﺑﺮ ﺍﷲ ﺃﻛﺑﺮ ﻭ ﷲ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Hadirin Sidang Shalat Idul Fitri Rahimakumullah!
Pada kesempatan yang mulia ini, khotib berwasiat khususnya kepada diri khotib pribadi dan umumnya kepada seluruh kaum muslimin yang hadir di tempat ini pada pagi ini: Marilah kita senantiasa meningkatkan, menjaga, dan memelihara kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Dengan catatan taqwa yang sebenar-benarnya; menjalankan segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala laranganNya.

Hadirin Sidang Shalat Idul Fitri Rahimakumullah!
Masih terlintas dalam benak kita sebulan yang lalu kita dibina, kita ditempa, kita digembleng dalam momen bulan suci Ramadhan. Sekarang, Ramadhan telah meninggalkan kita. Setiap habis Ramadhan, kita pasti akan merindukan Ramadhan. Sebab, alangkah nikmat ibadah di Bulan Ramadhan. Sekeluarga, sekampung, senegara. Kaum muslimin dan muslimat sedunia seluruhnya utuh dipersatukan dalam memohon ridhoNya.
Maka yang perlu kita instrospeksikan setelah Ramadhan berlalu adalah apakah amaliyah kita pasca Ramadhan ini akan semakin kuat atau justru semakin kendur? Apabila amaliyah kita setelah Ramadhan ini semakin kuat, berarti kita sukses menjalani ibadah Ramadhan dan kita harus mempertahankannya di Ramadhan yang akan datang. Apabila amaliyah kita setelah Ramadhan justru semakin kendur, maka kita harus meningkatkan lagi di Ramadhan berikutnya.

ﺍﷲ ﺃﻛﺑﺮ ﺍﷲ ﺃﻛﺑﺮ ﻭ ﷲ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Hadirin Sidang Shalat Idul Fitri Rahimakumullah!
Secara bahasa dan istilah., Idul Fitri berarti kembali makan. Setelah sebulan penuh kita berpuasa, pada hari ini kita kembali makan. Hal ini ditandai dengan makan pagi sebelum berangkat ke tanah lapang untuk menunaikan shalat Idul Fitri. Inilah hari raya Umat Islam. Di mana kita diperintahkan untuk mengagungkan Allah SWT , mengajak seluruh keluarga kita untuk shalat Idul Fitri. Bahkan, wanita-wanita yang haidh pun diwajibkan keluar ke tanah lapang meskipun mereka tidak boleh shalat. Hal ini berdasarkan hadits Ummi Athiyah:

ﻋﻦ ﺃﻡ ﻋﻄﻴﻴﺔ ﻗﺎﻟﺖ ﺃﻣﺮﻧﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﷲ ﺻﻠﻰ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﺃﻥ ﻧﺨﺮﺟﻬﻦ ﻓﻰ ﺍﻟﻔﻄﺮﻱ ﻭ ﺍﻷﺿﺤﻰ ﺍﻟﻌﻮﺍﺗﻖ ﻭ ﺍﻟﺤﻴﺾ ﻭ ﺫﻭﺍﺕ ﺍﻟﺨﻀﻭﺭ ﻓﺄﻣﺎ ﺍﻟﺤﻴﺾ ﻓﻴﻌﺘﺰﻟﻦ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭ ﻳﺸﻬﺪﻥ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻭ ﺩﻋﻮﺓ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻗﻠﺖ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﷲ ﺇﺣﺪﺍﻧﺎ ﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﻟﻬﺎ ﺟﻠﺒﺎﺏ ﻗﺎﻝ ﻟﺘﻠﺒﺴﻬﺎ ﺃﺧﺘﻬﺎ ﻣﻦ ﺟﻠﺒﺎﺒﻬﺎ
Dari Ummu Athiyah RA, ia berkata: Rasulullah SAW memerintahkan kami pada Hari Idul Fitri dan Idul Adha agar membawa keluar wanita-wanita muda, para gadis, dan wanita-wanita yang sedang haidh sekalipun supaya keluar ke lapangan untuk Shalat Id. Adapun wanita haidh tidak ikut shalat tetapi ikut merayakan dan mendoakan kaum muslimin. Kataku (Ummu Athiyah): Di antara mereka ada yang tidak punya baju untuk menghadirinya. Jawab Rasulullah SAW: Suruh pinjam baju saudaranya.”

Dari hadits di atas, maka merupakan suatu kewajiban bagi kita di Hari Idul Fitri seperti pagi ini untuk mengajak seluruh penghuni rumah kita bahkan wanita haidh pun untuk menuju ke tanah lapang bersama-sama berhari raya dan mengagungkan asma Allah SWT.

Hadirin Sidang Shalat Idul Fitri Rahimakumullah!
Jauh sebelum kita lahir ke dunia ini, Allah SWT telah mengambil sumpah atas tiap-tiap diri kita. Allah telah mengikat kontrak dengan kita bahwa kita akan mengakui dan bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Allah berfirman:

ﻭ ﺇﺫ ﺃﺧﺬ ﺭﺑﻚ ﻣﻦ ﺑﻨﻲ ﺀﺍﺩﻡ ﻣﻦ ﻇﻬﻮﺭﻫﻢ ﺫﺭﻳﺘﻬﻢ ﻭ ﺃﺷﻬﺪﻫﻢ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻔﺴﻬﻢ ﺃﻟﺴﺖ ﺑﺮﺑﻜﻢ ﻗﺎﻟﻮﺍ ﺑﻠﻰ ﺷﻬﺪﻧﺎ ﺃﻥ ﺗﻘﻮﻟﻮﺍ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﻤﺔ ﺇﻧﺎ ﻛﻨﺎ ﻋﻦ ﻫﺬﺍ ﻏﻔﻠﻴﻦ
Artinya. ”Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" (Q.S. Al-A’raaf/7: 172).

Hadirin Sidang Shalat Idul Fitri Rahimakumullah!
Allah telah mengambil sumpah kepada tiap-tiap diri kita di saat kita masih berada di alam azali bahwa kita bersaksi bahwa Allah adalah Tuhan kita. Namun, sayang seribu sayang. Dalam aplikasinya di kehidupan kita sehari-hari, kita seringkali tidak jujur dan seringkali ingkar terhadap komitmen kita. Tanpa kita sadari, banyak tindakan kita yang sangat kontras dengan komitmen kita untuk mengesakan Allah. Bukankah kita setiap hari lima kali mengucapkan dua kalimat syahadat dalam shalat wajib kit`? Bukankah kita berikrar sebanyak tujuh belas kali dalam shalat kita:

ﺇﻳﺎﻙ ﻧﻌﺒﺪ ﻭ ﺇﻳﺎﻙ ﻧﺴﺘﻌﻴﻦ
Artinya. ”Hanya kepadaMulah kami menyembah dan hanya kepadaMulah kami memohon pertolongan " (Q.S. Al-Faatihah/1: 5).

Kita seringkali mengingkari “Iyyaaka na’budu wa Iyyaaka nasta’iin” kita. Konsekuensi dari ikrar “Iyyaaka na’budu wa Iyyaaka nasta’iin” adalah murni menyembah dan memohon pertolongan hanya kepada Allah tidak kepada yang lain. Tidak kepada Wali Songo, tidak kepada Syaikh Abdul Qodir Jailani, tidak kepada Mbah Ud, dan tidak kepada yang lainnya.

Namun seringkali kita mengingkari komitmen kita. Di dalam shalat kita mengucap “Iyyaaka na’budu wa Iyyaaka nasta’iin” tetapi di luar shalat masih banyak umat islam yang ngalap berkah ke kuburan wali. Masih banyak saudara kita yang melakukan tathayyur/anggapan kesialan. Yang mana semua itu menjurus kepada kesyirikan. Sedangkan syirik adalah dosa yang tak terampuni, kezhaliman yang sangat besar, dan menghapus seluruh amal ibadah kita.

ﺍﷲ ﺃﻛﺑﺮ ﺍﷲ ﺃﻛﺑﺮ ﻭ ﷲ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Hadirin Sidang Shalat Idul Fitri Rahimakumullah!
Maka, melalui momentum Idul Fitri tahun ini, marilah kita kembali kepada tauhid yang murni. Marilah kita masuk ke dalam Islam secara keseluruhan. Karena Allah berfirman:

ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﺍﺩﺧﻠﻮﺍ ﻓﻰ ﺍﻟﺴﻠﻢ ﻛﺎﻓﺔ ﻭ ﻻ ﺗﺘﺒﻌﻮﺍ ﺧﻄﻮﺍﺕ ﺍﻟﺸﻴﻄﻦ ﺇﻧﻪ ﻟﻜﻢ ﻋﺪﻭ ﻣﺒﻴﻦ
Artinya. ” Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu" (Q.S. Al-Baqarah/2: 208).

Yang dimaksud masuk ke dalam Islam secara keseluruhan adalah tidak menduakan Allah, tidak meminta kepada selain Allah. Hanya kepada Allah. Ketika Rasulullah SAW berdakwah memulai risalah kenabiannya, apa yang beliau bina pertama kali? Tauhidnya. Bahwa Allah itu esa, tempat bergantung, tidak memiliki anak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada satu pun yang setara denganNya. Setelah tauhid umat islam mantap, barulah beliau membina masyarakat muslim yang madani, mempersaudarakan kaum muhajirin dengan anshar. Kemudian memerangi orang-orang kafir yang menghina umat islam serta menarik pajak dari para ahlul kitab.

Mengapa Rasulullah mengawali dakwahnya dengan membina tauhid? Karena tauhid adalah pondasi umat islam. Jika umat islam seluruh dunia khususnya di Indonesia tercinta ini ingin menggapai kemenangan, maka, tauhidnya dahulu yang dimantapkan. Mengapa umat islam di dunia khususnya di Indonesia saat ini terombang-ambing? Karena tauhidnya tidak lagi murni. Aqidah umat islam saat ini telah diracuni oleh pemikiran-pemikiran yang berbahaya: Paham pluralisme-liberalisme yang mengatakan bahwa semua agama sama. Padahal jelas-jelas dalam Al-Quran 14 abad yang lalu menyebutkan bahwa Islamlah agama yang diridhoi dan paling benar di sisi Allah! Apabila tauhid umat islam belum mantap, maka umat islam ini akan terus terombang-ambing disepak sana-sini oleh kaum kuffar Nashrani dan Yahudi.

Kita lihat nun jauh sepuluh abad silam. Umat islam meraih kejayaannya. Dari mulai tanah jazirah arab hingga menguasai Spanyol dengan pusat peradabannya di Cordoba. Islam juga menguasai konstantinopel lewat tokoh terkenalnya Muhammad Al-Fatih. Namun, berpuluh-puluh tahun kemudian, kejayaan Islam hanya tinggal nama dan bangunan bersejarah saja. Cordoba direbut oleh kaum Nasrani, Konstantinopel dikuasai oleh kebudayaan barat, Turki yang dahulu negara Islam diubah ideologinya menjadi sekuler. Jilbab dilarang, kebebasan umat islam direbut. Kita lihat saudara-saudara seiman kita di Palestina, di Chechnya, di Bosnia, di Moro, di Pattani. Mereka tidak bisa merayakan Idul Fitri dengan leluasa seperti kita. Mereka merayakan Idul Fitri di bawah tekanan zionis Yahudi dan penjajah. Akankah carut-marut dunia Islam ini akan terus berlanjut?


ﺍﷲ ﺃﻛﺑﺮ ﺍﷲ ﺃﻛﺑﺮ ﻭ ﷲ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Hadirin Sidang Shalat Idul Fitri Rahimakumullah!
Jika umat islam ini ingin meraih kejayaan seperti yang telah dialami 14 abad silam, maka, marilah tauhid kita benahi dan kita mantapkan. Allah SWT telah berjanji kepada umatNya yang beriman dan beramal shalih. Allah akan memberikan kejayaan, menjadikan umat islam sebagai pemimpin di muka bumi sebagaimana generasi terdahulu, mengukuhkan agama ini, dan mengganti rasa takut dengan rasa aman. Asalkan umat islam: beriman kepada Allah dan tidak menyekutukan Allah dengan yang lain

ﻭﻋﺪ ﺍﷲ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﻭ ﻋﻤﻠﻮﺍ ﺍﻟﺼﻠﺤﺖ ﻟﻴﺴﺘﺨﻠﻔﻨﻬﻢ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ ﻛﻤﺎ ﺍﺳﺘﺨﻠﻒ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻣﻦ ﻗﺒﻠﻬﻢ ﻭ ﻟﻴﻤﻜﻨﻦ ﻟﻬﻢ ﺩﻳﻨﻬﻢ ﺍﻟﺬﻱ ﺍﺭﺗﻀﻰ ﻟﻬﻢ ﻭ ﻟﻴﺒﺪﻟﻨﻬﻢ ﻣﻦ ﺑﻌﺪ ﺧﻮﻓﻢ ﺃﻣﻨﺎ ﻳﻌﺒﺪﻭﻧﻨﻲ ﻻ ﻳﺸﺮﻛﻮﻥ ﺑﻲ ﺷﻴﺌﺎ ﻭ ﻣﻦ ﻛﻔﺮ ﺑﻌﺪ ﺫﻟﻚ ﻓﺃﻭﻟﺌﻚ ﻫﻢ ﺍﻟﻔﺴﻘﻮﻥ
Artinya. ” Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. " (Q.S. An-Nuur/24: 55).

Akhirnya, marilah kita berdoa kepada Allah SWT agar kita diberikan kemampuan dan kemauan untuk menjaga dan meingkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah, hingga pada akhirnya nanti terwujudlah negara yang adil, makmur, gemah ripah loh jinawi, dan selalu dalam lindungan Allah SWT sebagaimana cita-cita kita bersama

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﻛﻤﺎ ﺻﻠﻴﺖ ﻋﻠﻰ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻭ ﺁﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻭ ﺑﺎﺭﻙ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﻛﻤﺎ ﺑﺎﺭﻛﺖ ﻋﻠﻰ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻭ ﺁﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﻠﻤﻴﻦ ﺇﻧﻚ ﺣﻤﻴﺪ ﻣﺠﻴﺪ

ﺃﻟﻠﻬﻢ ﺍﻏﻔﺮ ﻟﻠﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻭ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﺎﺕ ﻭ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻭ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﺎﺕ ﺍﻷﺣﻴﺎﺀ ﻣﻨﻬﻢ ﻭ ﺍﻷﻣﻮﺍﺕ

ﺭﺑﻨﺎ ﺍﻏﻔﺮ ﻟﻨﺎ ﻭ ﻹﺧﻮﺍﻧﻨﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺳﺒﻘﻮﻧﺎ ﺑﺎﻹﻳﻤﺎﻥ ﻭ ﻻ ﺗﺠﻌﻞ ﻓﻲ ﻗﻠﻮﺑﻨﺎ ﻏﻼ ﻟﻠﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﺭﺑﻨﺎ ﺇﻧﻚ ﺭﺀﻭﻑ ﺭﺣﻴﻢ

ﻳﺎ ﻣﻘﻠﺐ ﺍﻟﻘﻠﻮﺏ ﺛﺒﺖ ﻗﻠﻮﺑﻨﺎ ﻋﻠﻰ ﺩﻳﻨﻚ

ﺭﺑﻨﺎ ﺁﺗﻨﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺣﺴﻨﺔ ﻭ ﻓﻲ ﺍﻵﺧﺮﺓ ﺣﺴﻨﺔ ﻭ ﻗﻨﺎ ﻋﺬﺍﺏ ﺍﻟﻨﺎﺭ

ﻭ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﷲ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﻠﻤﻴﻦ

ﺗﻘﺒﻞ ﺍﷲ ﻣﻨﺎ ﻭ ﻣﻨﻜﻢ ﻛﻞ ﻋﺎﻡ ﻭ ﺃﻧﺘﻢ ﺑﺨﻴﺮ

Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan ibadah Ramadhan kita. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

ﺑﺎﷲ ﻫﺪﺍﻳﺔ ﻭ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ

ﻭ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭ ﺭﺣﻤﺔ ﺍﷲ ﻭ ﺑﺮﻛﺎﺗﻪ